Tahukah Kamu Apa saja Permainan Tradisional yang ada di Bali ?

Tahukah Kamu Apa saja Permainan Tradisional yang ada di Bali ?

Tahukah Kamu Apa saja Permainan Tradisional yang ada di Bali | Pemainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh sekumpulan anak-anak kecil/remaja menggunakan media yang masih sederhana dan tentunya, permainan tersebut jauh dari unsur negatif.

Di Bali, tepatnya di Kota Denpasar, banyak sekali permainan tradisional yang tumbuh disana.

Bahkan, sebuah situs Pemerintah Denpasar menyebutkan pada postingannya tahun 2018 lalu, bahwa di Bali setidaknya terdapat 300san permainan tradisional.

Mengingat jumlah permainan tradisional di Bali yang amat banyak, Pemerintah Kota Denpasar mewajibkan para guru disekolah agar mengajarkan berbagai permainan tradisional ini kepada anak didiknya.

Agar, nantinya permainan tradisional ini tidak punah, namun akan terus berkembang.

Lalu, apa saja permainan tradisional yang ada di Bali ?

Macam - macam Permainan Tradisional di Bali


1. Permainan Tradisional Bali Metajog


Permainan Tradisional Bali Metajog
https://3.bp.blogspot.com

Baca juga: Kenali Macam - Macam Permainan Tradisional di Indonesia

Kalian pasti gak asing bukan dengan salah satu permainan tradisional ini.

Yup, permainan ini sama dengan permainan tradisional egrang. Cuma beda dinama doank ...

Metajog, tetap menggunakan media 2 bilah bambu yang bawahnya diberi pijakan untuk kaki dan tempat kalian berdiri.

Permainan ini kelitannya gampang, namun jika kalian tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh saat beridiri menggunakan bambu ini, kalian akan gampang terjatuh.

Dengan menggunakan Metajog, kalian bisa berjalan bahkan berlari dengan cepat ditanah. Itu jika kalian sudah pandai memainkannya.

Untuk kalian yang belum pernah nyoba, wajib nyoba salah satu permainan tradisional ini deh. Dijamin seru dan mengasyikan.

2. Permainan Tradisional Bali Meong - Meongan


Permainan Tradisional Bali Meong - Meongan
alfilvale.blosgspot.com

Sesuai dengan namanya, 'Meong' berarti sama dengan 'Kucing'.

Yup, kalau di daerah Jawa Tengah, permainan ini lebih sering disebut Kucing -kucingan. Aturan permainan ini, setidaknya membutuhkan personal sebanyak 8 orang untuk bermain.

Nah, dari kedelapan pemain tersebut, nantinya akan diambil 2 orang yang jadi tikus dan kucing.

Lalu, sisa pemain lainnya membentuk lingkaran sambil mengaitkan kedua tangan mereka kesamping kanan dan kiri sambil bernyanyi.

Posisi seorang kucing/meng berada diluar, sedangkan si tikus/bikul berada di dalam lingkaran. Nah, pemain yang membentuk lingkaran ini harus bisa menjaga si tikus dari kejaran si Meng.

Namun, jika lirik lagu sudah sampai pada “juk-juk meng juk-juk kul”, berarti perlindungan yang diberikan pemain yang melingkar sudah tidak berguna lagi bagi si bikul, karena arti dari lirik lagu tersebut ialah “ayo tangkap tikusnya”.

Nah, pada saat itulah si Meng bisa masuk ke dalam lingkaran dan bebas menangkapsi bikul.

Oh ya, si Bikul diperbolehkan keluar dan berlarian di luar lingkaran dan masuk sesuka hatinya. Tapi, jika si bikul tertangkap oleh si meng, maka si bikul akan menjadi si meng selanjutnya dan pemain lainnya akan menjadi si bikul secara bergiliran.

3. Permainan Tradisional Bali Engkeb - Engkeban


Permainan Tradisional Bali Engkeb - Engkeban
keepsoh.com

Sudah pasti, di daerah Jawa permainan ini bisa disebut Petak umpet atau jilumpet (setiap daerah beda namanya).

Yup, permainan tradisional ini dapat dimainkan oleh banyak orang dan biasanya dimainkan diwaktu siang atau sore hari. Dimana, semua pemain akan melakukan Hompimpa dahulu untuk menentukan siapa yang jaga.

Kemudian, pemain lainnya harus bersembunyi ditempat yang aman. Nah, untuk si penjaga harus menghadap ke tembok, pohon atau benda lainnya sambil memejamkan mata dan berhitung.

Setelah hitungan selesai, si penjaga harus mencari semua pemain yang bersembunyi.

4. Permainan Tradisional Bali Megoak - Goakan


Permainan Tradisional Bali Megoak - Goakan
www.youtube.com

Permainan tradisional satu ini, menjadi sebuah tradisi di Desa Panji, Buleleng, Bali. Sebagai sebuah tradisi, permainan ini biasanya dimainkan setahun 1x pada saat hari Ngembak Geni setelah hari Raya Nyepi.

Dalam permainan ini, terdapat beberapa orang yang membentuk sebuah barisan dan saling memegang tangan satu sama lain. Para pemain harus memakai ikat pinggang yang kuat dan nyaman.

Karena, ikat pinggang tersebut nantinya akan menjadi pegangan orang yang berada di belakangnya dan nanti akan ditarik-tarik, usahakan ikat pinggang itu diikat dengan kuat dan nyaman agar nantinya tidak terasa sakit saat proses bermain megoak-goakan.

Aturan permainan ini dibutuhkan dua grup, masing-masing grup beranggotakan 5 sampai 10 orang anggota, sesuaikan dengan kesepakatan.

Berbarislah ke belakang menyerupai ular, lalu tunjuk satu pemain yang menjadi kepala dan berada di depan.

Si pemain yang menjadi kepala, memiliki tugas untuk mengamankan aggotanya dan memakan aggota yang terdapat pada kelompok lawan, jika satu kelompok mendapatkan anggota yang paling banyak akan menjadi pemenang.

Biasanya, permainan ini dimainkan di atas tanah yang yang digenangi air agar pemainan menjadi semakin seru dan menambah keceriaan dalam bermain, seperti disawah.

Penutup ...


Ok, mungkin sekian artikel tentang Tahukah Kamu Apa saja Permainan Tradisional yang ada di Bali ?. Semoga bermanfaat untuk kalian dan semoga 4 permainan tradisioanl diatas dapat terus dilestarikan serta berkembang. Terimakasih sudah berkunjung.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel