Kenali Macam - Macam Permainan Tradisional di Indonesia

Macam - Macam Permainan Tradisional di Indonesia

Kenali Macam - Macam Permainan Tradisional di Indonesia | Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh sekumpulan anak ataupun remaja dan alat peraga yang mereka gunakan masih tradisional atau belum canggih.

Permainan tersebut, diciptakan oleh anak-anak/remaja dulu pada era-90an. Dimana, permainan itu mereka mainkan dengan sangat senang hati dan tidak ada hal-hal yang negatif didalamnya.

Namun, tak hanya pada era-90an saja. Pada saat Saya SD (tepatnya tahun 2011an), berbagai permainan tradisional masih sempat jaya dan sering kali Saya mainkan dengan teman Saya. Seperti bermain egrang, petak umpet, lompat tali, dll.

Lalu, apakah kalian hendak mencoba permainan-permainan tradisional tersebut ?

Ya, kalian bisa mencobanya dengan membaca pembahasan macam-macam permainan tradisional dibawah ini.

Macam - Macam Permainan tradisional di Indonesia


1. Permaianan Tradisional Egrang


Permaianan Tradisional Egrang
www.kompasiana.com
Egrang merupakan salah satu permainan tradisional yang sering kali Saya mainkan dulu. Menggunakan 2 bilah bambu yang bawahnya diberi pijakan/tumpuan untuk kedua kaki dan tempat kita berdiri, sungguh, permainan ini sangat menyenangkan sekali. Juga, dengan menggunakan egrang ini, kita dapat melangkah dengan jauh ditanah dengan cepat.

Walaupun kelihatannya mudah, sesungguhnya permainan ini agak sulit. Karena, kalian harus menjaga keseimbangan tubuh kalian disaat kedua kaki kalian naik dan mengijak kedua tumpuan bambu ini.

Biasanya, permainan tradisional egrang ini dimainkan saat hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus. Namun, ada juga yang menggunakan permaianan erang ini sebagai media perayaan sunatan/khitanan.

Egrang, dapat dimainkan oleh berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai dewasa.

2. Permainan Tradisional Petak Umpet atau Jilumpet


Permainan Tradisional Petak Umpet atau Jilumpet
www.wikipedia.co.id
Petak umpet dalam bahasa jawa sama dengan Jilumpet, ialah sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh beberapa orang anak.

Dimana, permainan tersebut dimulai dengan melakukan Hompimpa untuk menentukan satu orang yang menjadi penjaga. Kemudian, si penjaga tersebut akan menghadapa ke tembok, pohon atau apasaja sambil memejamkan mata dan menghitung 1-10.

Sementara teman lainnya yang tidak berjaga, berusaha untuk bersembunyi ditempat yang aman (biasanya tempat persembunyian tersebut sudah dibatasi jauhnya sesuai kesepakatan) agar tidak ketahuan oleh si penjaga.

Setelah hitungan 1-10 (atau hitungan yang telah disepakati) selesai, mulailah si penjaga mencari satu-satu teman mereka yang bersembunyi. Nah, ketika si penjaga menemukan temannya, ia memanggil namanya dan langsung kembali ke tempat berjaga sambil menempelkan salah satu telapak tangan dan berkata Pong (setiap daerah beda-beda namanya).

Namun, jika salah satu temannya yang bersembunyi muncul dan menempelkan telapak tangannya ke tembok/pohon dahulu, maka si penjaga ini harus kembali berjaga lagi dan berhitung lagi (hitungan sesuai kesepakatan).

3. Permainan Tradisional Tekongan


*Maaf, Saya belum bisa memberikan gambar yang pas untuk permainan tradisional ini.

Permainan ini hampir sama dengan petak umpet. Bedanya, permainan ini menggunakan media bola untuk tempat berjaganya.

Aturan mainnya, beberapa anak melakukan hompimpa dahulu. Lalu, dibuat kesepatakan, yang keluar pertama/terakhir menjadi kiper dan lainnya menendang bola (seperti melakukan Penalti).

Nah, ketika seorang kiper sudah ada, lalu mereka melakukan Penalti. Jika semua teman yang menendang bola itu dapat menge-golkan bola ke gawang, maka si kiper akan menjadi penjaga. Namun, jika ada salah satu yang tidak bisa menge-golkan kegawang, biasanya yang terakhir nendang bola akan giliran menjadi kiper.

Untuk si penjaga, dia akan menghadapkan kepalanya diatas bola yang diletakkan ditanah sambil memejamkan mata dan berhitung. Setelah hitungan selesai, dia mulai mencari satu-satu temannya yang bersembunyi.

Sama seperti petak umpet, teman yang berhasil ditemukan oleh pejaga, dia akan dipanggil namanya dan si penjaga akan langsung kembali ke bola tadi sambil mengijakan kakinya dibola tersebut dan berktata Tekong.

Jika permainan ini dimainkan hingga 3 sesi, biasanya di sesi ketiga sipenjaga boleh membawa bolanya dan berusaha menemukan temannya yang bersembunyi. Dengan begitu, seorang teman yang paling awal ditemukan, maka dia akan giliran jadi kiper.

4. Permainan Tradisional Lompat Tali


Permainan Tradisional Lompat Tali
sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
Lompat tali adalah permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak jaman dulu, terutama anak perempuan.

Menggunakan media karet gelang yang disambung-sambung, permainan ini sesungguhnya sangat mengasyikan.

Aturan main lompat tali biasanya, kedua anak akan memegang ujung-ujung tali dan membentangkan tali tersebut. Sedangkan teman lainnya akan berusaha melompati tali itu. Biasanya ada 7 gaya bentangan lompat tali ini (tiap daerah beda-beda).

Jika salah satu anak tidak dapat melompati tali itu, maka ia harus giliran memagang ujung tali tersebut, begitu juga seterusnya.

5. Permainan Tradisional Sudamanda atau Engklek


Permainan Tradisional Sudamanda atau Engklek
www.wikipedia.co.id
Permainan ini didaerah Saya disebuh Sudamanda. Engklek, dimulai dengan melakukan Hompimpa untuk menentukan siapa yang akan engklek pertama, kedua dan seterusnya.

Jika sudah, biasanya mereka akan membuat denah engklek yang berbentuk kotak-kotak (lihat gambar diatas). Ketika hendak memulai, mereka harus punya 1 gacuk atau benda untuk dilemparkan ke kotak-kotak itu (tiap daerah beda-beda namanya). Bisa menggunakan batu, pecahan genteng, pecahan keramik, dll.

6. Permainan Tradisional Balap Karung


Permainan Tradisional Balap Karung
www.wikipedia.co.id
Kalian tidak asing bukan, dengan salah satu permainan tradisional ini.

Ya, permainan balap karung biasanya dimainkan oleh beberapa anak yang menggunakan karung sebagai media bermainnya.

Mereka akan memasukkan tubuh mereka kedalam karung dan mulai melompat-lompat untuk menjadi yang pertama.

Biasanya, permainan ini dimainkan untuk lomba di hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus.

Mereka yang mendapatkan juara 1-3, biasanya akan mendapatkan hadiah seperti buku tulis, pulpen, pensil, dll.

7. Permainan Tradisional Ular Naga Panjang


Permainan Tradisional Ular Naga Panjang
matamedia-ri.com
Permainan ini, sering kali dimainkan oleh anak-anak perempuan jaman dulu. Namun, tak jarang juga anak-anak lelaki yang memainkan permainan ini.

Ular naga panjang, merupakan permainan tradisional yang dimainkan lebih dari 2 orang.

Dimana kedua anak akan berjaga dengan mengaitkan kedua tangannya keatas membentuk seperti pintu gerbang, sedangkan teman lainnya berbaris kebelakang dan mulai masuk melewati pintu tersebut sambil menyanyikan lagu khas Ular Naga Panjang dan berhenti melewati pintu tersebut ketika lagunya selesai.

Lalu, seorang anak yang tertangkap oleh dua orang penjaga, kalau tidak salah akan ditanyai sesuatu dan dia harus jujur menjawabnya.

8. Permainan Tradisional Kelereng atau Gundu


Permainan Tradisional Kelereng atau Gundu
www.wikipedia.co.id
Kelereng merupakan sebuah benda berbentuk lingkaran yang memiliki banyak warna dan tersebut dari marmer kaca.

Jaman dulu, kelereng sering kali dimainkan oleh anak-anak kecil bahkan remaja. Banyak sekali aturan-aturan untuk bermain kelereng.

Saat ini. kelereng sepertinya masih digunakan sebagai media bermain anak-anak, terutama dimainkan saat lomba Agustusan (setiap tanggal 17 Agustus).

Berikut, adalah sejarah singkat mengenai adanya kelereng;

  • Mesir Kuno - Sekitar tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari bahan tanah liat atau batu. Nah, kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM.
  • Romawi - Dimasa Romawi, permainan kelereng berkembang sangat luas. Bahkan, permainan ini menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia (festival yang diadakan saat menjelang perayaan Hari Natal)
  • Abad 12 - Ketika abad 12, di Perancis kelereng disebut dengan bille, sedangkan di Inggris kelereng sama dengan marbles. Namun, marbles ini tersebut dari marmer yang didatangkan dari negeri Jerman.
  • Masa Modern - Pada tahun 1864, Jerman mulai memiliki teknologi pembuatan kelereng kaca Kelereng yang semula hanya memiliki 1 warna, menjadi banyak warna seperti permen. Akhirnya, teknologi terus berkembang hingga ke Amerika dan Eropa.

9. Permainan Tradisional Panjat Pinang atau Pucang


Permainan Tradisional Panjat Pinang atau Pucang
www.wikipedia.co.id
Sebuah permainan tradisional yang menggunakan media pohon pinang, pisang yang diberi pelumas (oli, minyak, dll). Dimana, diatas pohon tersebut terdapat berbagai hadiah yang bermacam-macam dan orang-orang harus berusaha memanjat pohon tersebut untuk meraihnya.

Biasanya, permainan ini dimainkan oleh beberapa orang remaja dan dewasa pada saat lomba Agustusan, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus.

Sejarah singkat panjat pinang - Dulu, permainan ini diciptakan pada masa penjajahan Belanda dan, lomba panjat pinang diadakan dalam rangka acara besar sepert pernikahan, hajatan, dll.

10. Permainan Tradisional Congklak atau Dakon


Permainan Tradisional Congklak atau Dakon
tintapendidikanindonesia.com
Congklak merupakan permainan tradisional yang dikenal diseluruh penjuru Indonesia. Permainan ini menggunakan media biji-bijian dan papan congklak yang diatasnya terdapat banyak lubang setengah lingkaran.

Biasanya, permainan ini dimainkan oleh anak perempuan.

Kalian juga bermain congklak ini secara online disini.

11. Permainan Tradisional Gobak Sodor

Permainan Tradisional Gobak Sodor
www.anakmandiri.org
Gobak Sodor merupakan salah satu permainan tradisional yang dimainkan oleh 2 grup. Dimana, masing-masing grup itu terdiri dari 3 - 5 orang.

Singkat permainannya ialah kalian harus menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Penutup ...


Seiring berkembangnya zaman, semua permainan diatas hampir jarang dimainkan saat ini. Karena, sekarang ini jamannya teknologi canggih. Semua aktivitas ataupun kegiatan, dapat dilakukan dengan mudah, terutama menggunakan gadget yang bernama Smartphone.

Saat ini, smartphone hampir menjadi kebutuhan semua orang. Baik orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak yang menangis hanya karena ingin bermain smartphone namun tidak diberikan orang tuanya.

Saya berharap, permainan - permainan tradisional ini harus dimainkan lagi. Agar, mereka para anak-anak bahkan remaja tahu akan tentang solidaritas, rasa empati, dll.

Demikian artikel tentang Kenali Macam - Macam Permainan Tradisional di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk kalian dan terimakasih sudah mampir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel